BAB
I
PENDAHULUAN
a.Latar
Belakang
Pada
umumnya cumi-cumi biasa berukuran sekitar 5,1 cm, namun ada jenis cumi-cumi Architeuthis princeps atau cumi-cumi raksasa berukuran
hingga lebih dari 15 m. Cumi-cumi raksasa ini sering ditemukan terdampar di
sepanjang pantai Newfoundland. Sedangkan cumi-cumi yang biasa dikonsumsi oleh
manusia adalah jenis Loligo
Pealei""
dan tersebar di perairan Laut Tengah, Asia Timur, serta sepanjang pantai timur Amerika Utara.] Ada yang hidup di dekat dengan permukaan air, ada pula yang
hidup di tempat yang dalam sekali atau palung
laut.
Ada pula jenis cumi-cumi terbang, Ommastrephes bartrami,
yang dapat dibandingkan dengan ikan terbang. Hewan ini sering melompat keluar
dari air, terutama dalam cuaca buruk, dan kadang - kadang terdampar di atas dek
kapal nelayan.Cumi-cumi jenis kecil tidak mengganggu manusia, namun jenis yang
besar dapat menjadi ancaman yang berbahaya untuk manusia ketika menyelam.
Cumi-cumi juga mengandung TMAO (Trimetil Amin Oksida) yang
cukup tinggi. TMAO yang tinggi ini memberikan rasa yang khas terhadap daging
cumi-cumi. Daging cumi-cumi juga banyak mengandung monoamino nitrogen yang
menyebabkan cumi-cumi mempunyai rasa manis. Kandungan sulfur yang cukup tinggi
pada cumi-cumi juga menyebabkan cumi-cumi berbau amis ketika mengalami
perlakuan pemasakan seperti direbus.
1
Cairan tinta cumi-cumi bersifat alkaloid, sehingga tidak disukai oleh predator, terutama ikan. Cairan berwarna gelap ini mengandung butir-butir melanin atau pigmen hitam. Melanin alami adalah melanoprotein yang mengandung 10-15 persen protein. Melanin ini mengikat protein melalui asam amino yang mengandung sulfur, yaitu sistein.
1
Cairan tinta cumi-cumi bersifat alkaloid, sehingga tidak disukai oleh predator, terutama ikan. Cairan berwarna gelap ini mengandung butir-butir melanin atau pigmen hitam. Melanin alami adalah melanoprotein yang mengandung 10-15 persen protein. Melanin ini mengikat protein melalui asam amino yang mengandung sulfur, yaitu sistein.
Mineral penting
pada cumi-cumi adalah natrium, kalium, fosfor, kalsium, magnesium, dan
selenium. Fosfor dan kalsium berguna untuk pertumbuhan kerangka tulang,
sehingga penting untuk pertumbuhan anak-anak dan mencegah osteoporosis di masa
tua. Selain kaya akan protein, cumi-cumi juga merupakan sumber vitamin yang
baik, seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B12, niasin, asam folat,
serta vitamin larut lemak (A, D, E, K).
Asam amino
esensial yang dominan adalah leusin, lisin, dan fenilalanin. Sementara kadar
asam amino nonesensial yang dominan adalah asam glutamat dan asam aspartat.
Kedua asam amino tersebut berkontribusi besar terhadap timbulnya rasa sedap dan
gurih. Itu sebabnya, secara alami cumi telah memiliki cita-rasa gurih, sehingga
dalam pengolahannya tak perlu ditambahkan penyedap (seperti monosodium glutamat
= MSG).
b.Tujuan Praktek
Tujuan Umum :
& Mampu
mengetahui penyimpanan pangan segar yang baik.
Tujuan Khusus :
&
Dapat mengetahui suhu yang baik untuk
penyimpanan pangan segar.
&
Dapat mengetahui kesegaran untuk
penyimpanan pangan segar.
& Dapat
mengetahui waktu yang baik untuk penyimpanan pangan segar.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
a. Pengertian
Cumi.
Cumi adalah : Cumi-cumi adalah kelompok hewan cephalopoda besar atau jenis moluska yang hidup di laut. Nama itu Cephalopoda
dalam bahasa Yunani berarti "kaki kepala", hal ini karena kakinya
yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala. Seperti semua cephalopoda,
cumi-cumi dipisahkan dengan memiliki kepala yang berbeda. Akson besar cumi-cumi ini memiliki
diameter 1 mm. Cumi-cumi banyak digunakan sebagai makanan.
Jenis-jenis Cumi :
b. Kandungan
Gizi Cumi per 100gr
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
a. Alat:
b. Bahan:
c. Cara
Kerja:
·
Simpan pada suhu 0
yaitu dengan mengunakanes batu (dikemas dan
tidak di kemas)
·
Simpan pada suhu ruang (dikemas dan tidak
di kemas)
·
Simpan pada suhu rendah (dikemas dan
tidak dikemas)
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Hasil.
Keterangan
:
v
Cumi
I : Di Kemas ( Di Letakkan pada
Lemari Es )
v
Cumi
II : Di Kemas ( Di Letakkan pada Suhu
Ruang )
v
Cumi
III : Tidak Di Kemas ( Di Letakkan
Pada Suhu Ruang )
v
Cumi
IV : Tidak Di Kemas ( Di Letakkan pada
Lemari Es )
ü Aroma
|
BAHAN
|
PENGAMATAN
|
||
|
HARI I
|
HARI III
|
HARI VI
|
|
|
Cumi
I
|
Segar
|
Segar
|
Tidak Segar
|
|
Cumi
II
|
Segar
|
Busuk
|
-
|
|
Cumi
III
|
Segar
|
Busuk
|
-
|
|
Cumi
IV
|
Segar
|
Segar
|
Tidak Segar
|
ü Berat
|
BAHAN
|
PENGAMATAN
|
||
|
HARI I
|
HARI III
|
HARI VI
|
|
|
Cumi I
|
46,17
gr
|
48,2
gr
|
50
gr
|
|
Cumi II
|
39,65
gr
|
10
gr
|
-
|
|
Cumi III
|
39,91
gr
|
-
|
-
|
|
Cumi IV
|
39,80
gr
|
27
gr
|
50
gr
|
6
ü Tekstur
|
BAHAN
|
PENGAMATAN
|
||
|
HARI I
|
HARI III
|
HARI VI
|
|
|
Cumi I
|
Keras
|
Keras
|
Keras
|
|
Cumi II
|
Keras
|
Lunak
|
-
|
|
Cumi III
|
Keras
|
Kering
|
-
|
|
Cumi IV
|
Keras
|
Keras
|
Keras
|
ü Bentuk
|
BAHAN
|
PENGAMATAN
|
||
|
HARI I
|
HARI III
|
HARI VI
|
|
|
Cumi I
|
Utuh
|
Utuh
|
Utuh
|
|
Cumi II
|
Utuh
|
Utuh
|
-
|
|
Cumi III
|
Utuh
|
Hancur
|
-
|
|
Cumi IV
|
Utuh
|
Utuh
|
Utuh
|
ü Warna
|
BAHAN
|
PENGAMATAN
|
||
|
HARI I
|
HARI III
|
HARI VI
|
|
|
Cumi I
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
|
Cumi II
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
Ungu,
bintik Hitam
|
-
|
|
Cumi III
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
Coklat
Kehitaman
|
-
|
|
Cumi IV
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
Ungu,
Putih bintik Hitam
|
7
b.Pembahasan
v Cumi
Yang di Simpan pada Suhu Ruang.
Cumi yang disimpan pada suhu runag hanya
dapat disimpan dalam jangka waktu minimal 5 jam. Karena, di mana ruangan yang
memiliki ventilasi yaitu tempat masuknya udara dan juga tidak terbebas dari
benda-benda asing serta hewan-hewan yang berterbangan seperti : nyamuk, kecoa,
dll mudah masuk melalui ventilasi yang tidak diberi penutup ataupun celah pada
ventilasi Sehingga cumi tersebut mudah di hinggapi oleh hewan tersebut. Dan
yang kita ketahui cumi-cumi memiliki aroma yang khas, maka waktu penyimpanannya
yang baik pada suhu ruang hanya pada jangka waktu 5 jam karena akan mudah busuk
dan aromanya menjadi tidak khas seperti cumi segar pada umumnya.
a. Cumi
Yang Tidak di Kemas dan di Simpan pada
Suhu Ruang.
Cumi
yang tidak dikemas dan disimpan pada suhu ruang yaitu : 27
- 30
. Tidak akan dapat
bertahan lama hingga waktu penyimpanan pada hari ke 3 maupun hari-hari
berikutnya. Karena pada suhu ruang mudah terkontaminasi dengan benda asing dan
hewan-hewan yang dapat masuk melalui ventilasi yang tidak memiliki celah-celah
kecil. Dan pada hari ke 3, cumi tersebut sudah membusuk dan mengering, dan
baunya sudah tidak khas seperti bau cumi segar. sehingga penyimpanan dengan
tidak dikemas dan pada suhu ruang bukanlah media penyimpanan yang baik untuk
bahan pangan segar seperti cumi.
b. Cumi
Yang di Kemas dan di Simpan pada Suhu Ruang.
Cumi
yang dikemas dan disimpan pada suhu ruang yaitu: 27
-30
. Akan mudah busuk dan
waktu penyimpanan tidak dapat bertahan lama hingga beberapa jam maupun hari.
Karena cumi memiliki aroma yang khas dan ketika masih segar, lalu dikemas dan
disimpan pada suhu ruang sehingga tinta yang terdapat pada cumi akan keluar dan
cairan-cairan cumi yang lainnya sehingga menimbulkan bau yang busuk. Maka
dengan cara dikemas bukan termasuk media penyimpanan pangan segar yang baik.
v Cumi
Yang di Simpan Pada Lemari Es.
Cumi
yang disimpan pada lemari es, dapat bertahan sampai penyimpanan pada hari ke 3.
Karena pada lemari es suhunya lebih dingin dan baik untuk tempat penyimpanan
cumi dan terhindar dari berbagai hewan. Tetapi pada hari ke 6 cumi sudah tidak
segar lagi, karena disimpan pada lemari es sehingga kadar airnya meningkat dan
kandungan gizi yang terdapat pada cumi tersebut akan menyusut atau berkurang
dan tidak baik juga untuk dikonsumsi.
a. Cumi
yang Tidak di Kemas dan di Simpan pada Lemari Es.
Cumi
yang disimpan pada Lemari Es dan dengan cara tidak dikemas, tidak mudah busuk
sampai pada waktu penyimpanan hari ke 6. Tetapi kadar air akan meningkat dan
sudah membeku sehingga kandungan gizi dalam cumi tersebut dapat berkurang, dan
aromanya sudah tidak segar seperti pada penyimpanan dengan jangka waktu sampai
pada hari ke 3.
b. Cumi
yang di Kemas dan di Simpan pada Lemari Es.
Cumi
yang disimpan pada Lemari Es dengan cara di kemas. Sama seperti halnya dengan
cumi yang tidak dikemas. Tetapi cumi yang dikemas lebih baik karena kadar
airnya tidak sebanyak dengan cumi yang tidak dikemas, sehingga kandungan
gizinya tidak banyak yang menyusut atau berkurang.
BAB V
PENUTUP
a. Kesimpulan
Dari
hasil pengamatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyimpanan cumi yang baik
adalah dengan cara tidak dikemas dan di simpan pada lemari es, serta cumi
tersebut hanya dapat disimpan dengan jangka waktu yang baik adalah 3 hari.
Karena apabila suda melewati hari ke 3, kandungan gizi yang terdapat pada cumi
akan menyusut dan sudah tidak baik untuk dikonsumsi.
b.
Saran
Cumi
sebaiknya saat penyimpanan jangan di kemas agar cumi tidak mudah busuk dan juga
tidak disimpan pada suhu ruang.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar